11.12.15

:)

Astaga, kapan terakhir kali aku merasa sesenang ini?

Ya, dengan senyumanku yang lebar dan tak anggun sama sekali itu engaku pasti menganggap jawabannya "kemarin". Tapi...tidak juga.

Aku bukanlah seseorang yang populer, atau orang yang menjadi tuan rumah. Aku bukanlah seseorang dengan baju terbaik di pesta itu, atau dapat memenuhi seisi ruangan dengan tawa, namun aku sangat menyukai pesta.

Aku menyukai suasana dimana semuanya berkumpul untuk bersenang-senang. Lima jam yang didedikasikan untuk tertawa dan bercanda, lima jam yang memperbolehkan kita berlarut-larut dalam kebahagiaan, lima jam penuh makanan enak, lima jam yang jenaka dan konyol, lima jam selfie tanpa henti.

Aku menyukai lampu yang remang-remang, ruangan dingin, sofa yang hangat bekas diduduki. Aku menyukai alunan musik yang bercampur dengan tawa tanpa henti (terutama tawaku), aku menyukai suasana dimana semuanya seakan-akan bersatu. Aku menyukai candaan yang hanya dimengerti oleh kita, dan aku menyukai segala hal yang seakan meneriakan kata solidaritas. Meskipun secara alamiah manusia akan mencari seseorang yang mirip dengannya, namun hari itu, semuanya seakan melebur.

Pesta adalah hal yang indah. Pesta mempersatukan, merayakan, dan menyalakan semangat bahwa kebahagiaan masih benar-benar ada di dunia ini. Lima jam yang berlangsung secepat kedipan mata, lima jam semanis madu dimana kita bisa melupakan PR yang harus dikumpulkan besok sebelum jam 6:55, melupakan bahwa ada ujian teori besok, melupakan bahwa minggu depan ambil rapot, melupakan segala kegalauan yang melanda.

Seringkali aku merasa takut jika aku terlalu bahagia. Terkadang itu pertanda bahwa sesuatu yang buruk akan melanda. Namun, aku tidak takut untuk bahagia malam ini. Senyumanku nyata dan tak kutahan, tawaku nyaring dan menyebalkan. Mengapa, mengapa?

Karena hari ini, aku tidak lagi merasa sendirian di ruang penuh orang.

Karena di pesta, hanya satu hal yang perlu dilakukan, yaitu bersenang-senang.

Thanks, you guys!


No comments:

Post a Comment