3.10.15

Perihal Kekuatan Tulisan

Halo, apakabar?

Perihal hari ini tentang tulisan dan menulis. Aku suka menulis, sepertinya hal itu bisa kalian lihat jelas. Dengan menulis, aku bisa melimpahkan segala perasaanku tanpa melelahkan pita suaraku. Selain itu, dengan menulis, aku memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir—mengeliminasi kesempatan untuk menuturkan kata-kata yang akan kusesali nantinya, dan jika salah pun aku bisa menghapusnya.
Pembicaraan, suara, adalah getaran di udara yang akan hilang. Tulisan? Enskripsi adalah abadi.

Menulis menurutku adalah sarana berkomunikasi yang paling indah.Memainkan 26 simbol, milyaran kata, yang bila dirangkai akan memiliki makna, dan segala yang memiliki makna akan hidup. Dengan menulis, engkau melahirkan suatu karya yang unik, yang berbeda dari semua karya tulisan di dunia....hampir mirip dengan melahirkan manusia. Dengan menulis, aku merasa sebagai Tuhan, yang melahirkan dan mencipta. Semua tanpa melanggar norma; jujurlah, kita semua menginginkan kekuatan, namun tak bisa merealisasikannya dengan cara yang dapat diterima khalayak umum. Menulis bisa melakukannya.

Satu hal lain yang kusukai tentang menulis adalah kejujuran yang tersirat di dalamnya. Sama seperti berbicara, engkau bisa berbohong, tapi di sumbernya ada kebenaran. Meski samar, kebenaran dalam tulisan selalu dapat dilihat melalui persepektif pembacanya sendiri-sendiri, menghasilkan keragaman pemahaman yang sangat kusuka. Berbicara tentang kejujuran, beberapa hari lalu aku menuliskan surat kepada temanku di belakang buku catatan matematikanya. Ia sedang agak bersedih, atau lebih tepatnya sangat bersedih namun sangat hebat menyembunyikannya.

Kutuliskan hal-hal yang menurutku membuatnya sangat hebat, dan kenapa aku sangat menyukai pribadinya yang tabah. Kukatakan betapa tegar dirinya dan keyakinanku bahwa pada akhirnya dia pasti akan baik-baik saja. Aku menulisnya dengan kata yang biasa-biasa saja, diksi yang tak menggugah, namun kebenaran dalam bentuk termurninya. Jarang aku dapat melakukan hal itu...entah kenapa. Mungkin aku memang orang yang penuh kepalsuan.

Namun...tak kusangka betapa kuatnya kekuatan tulisan tersebut. Bahkan tulisan-tulisanku di blog ini tak pernah mendapat respons  sehebat itu (aku tahu, menyedihkan sekali). Aku tak menyangka ia akan berterimakasih dan menganggapnya perbuatan yang sangat baik, aku tak menyangka ia akan ingin mengepostnya di akun media sosial dan menebar banyak kontroversi..............

Lupakan.

Intinya, tulisan itu sangat kuat dengan sendirinya. Senjata yang berbahaya, berkah tak ternilai, teman terbaik, musuh terburuk. Dan bahkan, dengan kekuatan sebesar itu, ia masih bisa menjadi lebih kuat lagi. Bagaimana caranya?

Jujurlah terhadap perasaanmu dan kata-kata yang terurai keluar dari ujung pensilmu.

Tambahkan sejentik keindahan,

Voila.

-Alex

No comments:

Post a Comment