17.8.15

Merdeka?

Tanah merah yang kita jejaki

Tak disadari signifikansi

Berjalan lenggang penuh kebebasan

Tak sadar, semua berkat pahlawan.


Darah yang mengucur dari daging

Luka akibat tebasan bambu runcing

Seruan merdeka parau dari jiwa

Seraya pemudi pemuda meregang nyawa


Dulu kita meratap,

Dulu kita menangis.

Dulu kita berseru pilu,

Terhadap kematian yang tragis


Namun sekarang kita telah merdeka!

Konon kita bebas.

Masa depan cerah berkinerja,

Namun hati ini telah kebas


Mengapa masih terdengar  ratap?

Mengapa masih terngiang tangis.

Mengapa masih ada seruan pilu,

Kukira masa itu telah berlalu


Tujuh puluh tahun kita "merdeka"

Tapi masa depan, masih mereka-reka

Janganlah tumpah darah itu sia-sia

Bangkitlah, Indonesia!

No comments:

Post a Comment