Tanah merah yang kita jejaki
Tak disadari signifikansi
Berjalan lenggang penuh kebebasan
Tak sadar, semua berkat pahlawan.
Darah yang mengucur dari daging
Luka akibat tebasan bambu runcing
Seruan merdeka parau dari jiwa
Seraya pemudi pemuda meregang nyawa
Dulu kita meratap,
Dulu kita menangis.
Dulu kita berseru pilu,
Terhadap kematian yang tragis
Namun sekarang kita telah merdeka!
Konon kita bebas.
Masa depan cerah berkinerja,
Namun hati ini telah kebas
Mengapa masih terdengar ratap?
Mengapa masih terngiang tangis.
Mengapa masih ada seruan pilu,
Kukira masa itu telah berlalu
Tujuh puluh tahun kita "merdeka"
Tapi masa depan, masih mereka-reka
Janganlah tumpah darah itu sia-sia
Bangkitlah, Indonesia!
No comments:
Post a Comment