Ya, pikirkanlah. Pasti engkau pernah kehilangan sesuatu,
baik itu barang, status, kekuatan, atau apapun juga. Tapi pernahkah engkau
kehilangan manusia? Tidak, bukan kehilangan hubungan atau kontak; namun literally kehilangan orang-nya. Saat
seseorang mati, entah apa yang menunggunya di sana. Penghakiman? Apakah surga dan neraka benar-benar ada? Atau
hanyakah hal tersebut sebuah konsep yang diciptakan umat manusia sebagai pemuas
kebutuhan kepastian? Jika seseorang mati, akankah jiwa mereka terbang dan
berbaur dengan galaksi– kilau matanya menjadi bintang dan senyumnya menjadi
pelangi. Jika seseorang mati, akankah jiwa mereka hidup lagi? Sebagai bunga,
rumput, atau padi.
Aku benar-benar tak tahu, aku kan belum pernah mati.
Suatu hari seseorang bertanya kepadaku, seseorang yang tak
bisa menangis. (Tetesi saja asam matanya, pasti nangis sih). Ia bertanya kepadaku; “mengapa orang menangis saat ada
yang meninggal?”
Kujawab, ”Well, barang
yang hilang mungkin ditemukan atau dibeli kembali. Tetapi jika seseorang
meninggal, semuanya berakhir. Tak akan ada manusia seperti itu lagi.”
“Namun memori akan mereka tetap ada, bukan?”
“Memori tak akan pernah cukup; manusia ingin menciptakan
memori, mengulangnya, bukan hanya mengingat-ingatnya.”
Beda halnya dengan kehilangan barang, engkau yakin barang
itu masih ada, engkau hanya tak tahu ada dimana. Kematian adalah hal yang
sangat misterius, unknown, undiscovered. Ironisnya,kematian
merupakan satu-satunya hal yang pasti di hidup ini. Segala yang hidup pasti
akhirnya mati, meski tak tahu kapan, dimana, dan bagaimana. Pasti raganya akan mati. Pasti.
Aku baru saja mengunjungi rumah duka; seorang teman telah
kehilangan ayahnya. Sepulang dari mengantarkannya, ayahnya terlibat kecelakaan
motor. Tewas, hilang begitu saja. Ibunya hanya bisa menatap
ke arah kejauhan
dengan mata yang berkaca-kaca; hampir tumpah.
“Biasa saja, gaada tanda-tandanya.
Tadi malem juga masih ketawa-ketawa”.
Itu, kawan, merupakan hal yang paling mengesankan dari
kematian–faktor kejutan. Orang yang sebentar lagi dijemput malaikat kematian
bertudung hitam tak selalu berubah menjadi pendiam, atau lemah lembut, atau
berbau melati. Mereka bisa menjadi mereka yang seutuhnya sampai detik terakhir
sebelum ajal tiba.
Maka itu, sobat, janganlah sampai engkau menyesal.
Penyesalan adalah salah satu perasaan paling tidak menyenangkan yang bisa
dirasakan oleh siapapun karena sifatnya yang terlanjur dan sudah tak bisa diubah. Penyesalan selalu datang di
akhir. Kalau di awal namanya pendaftaran. Hidup merupakan suatu hadiah,
pakailah sebaik-baiknya. Hargailah hidupmu, dan hargai hidup orang. Sadarilah eksistensi mereka, keberadaan mereka, usaha mereka, dan lakukan hal yang sama terhadap dirimu sendiri. For all we know, we could be just a microscopic part of a humongous thought. Jadilah manusia yang berguna, berbaktilah pada
orangtua, buatlah hidupmu bermakna. Cintailah sesama seakan-akan ini hari
terakhir mereka, meminta maaflah jika engkau menyakiti seseorang, berpamitanlah
sebelum pergi kemana-mana...
Karena engkau tak tahu pasti apa yang menunggumu, atau dia, di seberang sana.
Bagaimana engkau akan menghadapi kehilangan jika bahkan engkau tidak sadar apa yang telah engkau miliki?
Dan saat engkau akan pergi tidur malam ini, ingatlah–
Mungkin ini adalah terakhir kalinya engkau membuka mata.
-Alex
No comments:
Post a Comment