12.8.15

Pegangan


Aku bisa merasakan

Hembusan angin yang membelai tubuh

Kaku dan sakit menjalar di lengan

Aku tergantung, lepaskan dan jatuh.


Namun mataku tertutup erat

Pandangan hanya hitam pekat

Apakah di bawah ajal menunggu?

Atau tumpukan bantal empuk berwarna abu-abu.


Sejujurnya aku tidak peduli pada itu

Namun terhadap sesuatu yang memegangku

Makin erat pegangan tanganmu,

Ku ingin lepas, namun tak mampu.


Bagaimana jika sebenarnya selama ini

Akulah yang menjadi jangkarmu

Menjagamu dalam jalan yang benar

Sungguh, aku sendiri tak tahu.


Bahu dan lengan berdenyut-denyut,

Kulepas genggam, nikmat tak terperi

Namun tak kulakukan hal itu

Masokis ialah diri ini


Aku akan terus menjadi jangkar

Menjadi batu pemberat

Menjadi sangkar

Menjadi penyemangat



Sebenarnya ingin sekali kulepas.

Tapi ku tak ingin cinta ini kandas.

No comments:

Post a Comment