Aku bisa merasakan
Hembusan angin yang membelai tubuh
Kaku dan sakit menjalar di lengan
Aku tergantung, lepaskan dan jatuh.
Namun mataku tertutup erat
Pandangan hanya hitam pekat
Apakah di bawah ajal menunggu?
Atau tumpukan bantal empuk berwarna abu-abu.
Sejujurnya aku tidak peduli pada itu
Namun terhadap sesuatu yang memegangku
Makin erat pegangan tanganmu,
Ku ingin lepas, namun tak mampu.
Bagaimana jika sebenarnya selama ini
Akulah yang menjadi jangkarmu
Menjagamu dalam jalan yang benar
Sungguh, aku sendiri tak tahu.
Bahu dan lengan berdenyut-denyut,
Kulepas genggam, nikmat tak terperi
Namun tak kulakukan hal itu
Masokis ialah diri ini
Aku akan terus menjadi jangkar
Menjadi batu pemberat
Menjadi sangkar
Menjadi penyemangat
Sebenarnya ingin sekali kulepas.
Tapi ku tak ingin cinta ini kandas.
No comments:
Post a Comment