Kau menatap ku dalam
Dari seberang, ku balas pandangan
Tulang tertusuk dinginnya angin malam
Kutemukan hangat dalammu, kawan
Sayang aku tak bisa berlama-lama
Hati saling mencinta, akan selalu bersama
Omong kosong belaka, bagaimana aku harus bertahan
Jangan dengarkan aku, waktumu tidak lama
Ku coba raih tanganmu
Meregangkan sendi, sakit tak terperi
Aku tenggelam dalam atmosfir semu
Sudah terbiasa menerima keadaan
Ku maki diri
Perlahan kau tutup mata
Ucapkan selamat tinggal
Maaf, janji terakhirmu ku hina
Akankah kita bersama?
“Ya.”
Bisikmu.
“Selalu.”
Setelah itu, kau tinggalkan aku
Dan kita selalu bersama setelahnya
Namun tak pernah bertemu.
Tulang tertusuk dinginnya angin malam
Kutemukan hangat dalammu, kawan
Sayang aku tak bisa berlama-lama
Hati saling mencinta, akan selalu bersama
Omong kosong belaka, bagaimana aku harus bertahan
Jangan dengarkan aku, waktumu tidak lama
Ku coba raih tanganmu
Meregangkan sendi, sakit tak terperi
Aku tenggelam dalam atmosfir semu
Sudah terbiasa menerima keadaan
Ku maki diri
Perlahan kau tutup mata
Ucapkan selamat tinggal
Maaf, janji terakhirmu ku hina
Akankah kita bersama?
“Ya.”
Bisikmu.
“Selalu.”
Setelah itu, kau tinggalkan aku
Dan kita selalu bersama setelahnya
Namun tak pernah bertemu.
No comments:
Post a Comment