24.3.15

Parallel

Kau menatap ku dalam
Dari seberang, ku balas pandangan 
Tulang tertusuk dinginnya angin malam
Kutemukan hangat dalammu, kawan

Sayang aku tak bisa berlama-lama
Hati saling mencinta, akan selalu bersama
Omong kosong belaka, bagaimana aku harus bertahan
Jangan dengarkan aku, waktumu tidak lama

Ku coba raih tanganmu
Meregangkan sendi, sakit tak terperi
Aku tenggelam dalam atmosfir semu
Sudah terbiasa menerima keadaan
Ku maki diri

Perlahan kau tutup mata
Ucapkan  selamat tinggal 
Maaf, janji terakhirmu ku hina
Akankah kita bersama? 

“Ya.” 

Bisikmu.

“Selalu.”


Setelah itu, kau tinggalkan aku
Dan kita selalu bersama setelahnya

Namun tak pernah bertemu.




No comments:

Post a Comment