Tanpa sepengetahuan mu,
Aku kembali
Kumpulkan pecahan hati
Dengan perasaan semu
Kulemparkan ke api
Cairan panas, lelehkan bumi
Akhirnya , benda itu
satu kembali.
Aku telah memikirkan ini untuk waktu yang cukup lama,
dengan hati di genggaman tangan
Ku bulatkan tekad,
Bibir tersenyum, kepala penuh angan.
Aku berjalan,
untuk serahkan,
benda itu padamu
lagi?
Ya, lagi.
Kuyakinkan diri
Bahwa kali ini, aku tak akan lari
Bahwa hanya dirimu, yang aku mau di sisi
Bahwa aku, akan hiraukan perintah
Untuk dirimu, akan kulakukan
Diriku dikata bodoh
ya, memang aku bodoh
Dirimu dikata bangsat,
ya, memang kau bangsat.
Namun untuk dirimu, ku tetap lakukan.
Mengapa?
Karena aku
hanya mencintaimu.
Terperangah
Kau menerimanya
Dan kali ini
Aku menerima punyamu juga
Tak pernah kurasa
sebebas dan sebahagia ini
Diantara pelanggaran dan ketidakbolehan...
Namun ku kagumi
Milikmu- tidak, milik kami
Berkilau di bawah cahaya
Pernah retak sedikit, tak apa.
No comments:
Post a Comment